Sabtu, 10 April 2010

Diet untuk anak autis

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Diet untuk anak autis

Bu Reg,

sebetulnya lebih baik ibu mengerti dulu apa gunanya diet itu, dan mengapa harus diet. Ada beberapa tulisan di website Puterakembara mengenai diet ini, ada baiknya Ibu baca.

1. Diet tidak wajib bagi anak autis, tergantung kondisi pencernaan masing2 anak. Coba ibu sendiri lihat aja, apakah ada pengaruhnya. Kalau tidak ada yah, saya pribadi sih stop aja.

2. Cemilan Khusus ada di Jakarta Design center kalau gak salah lantai 5, bisa juga dengan Bu Silvi di bandung.

3. Diet gula ada hubungannya dengan bakteri dan jamur yang terdapat pada saluran pencernaan anak. Semuanya berkaitan sampai ke harus diet GFCF. Banyak saluran pencernaan anak rusak karena jamur dan bakteri jahat yang terdapat di dalam pencernaan anak2. Nah gula ini semacam pupuk bagi jamur dan bakteri itu. Biasanya apabila anak sampai harus diet GFCF, maka anak tersebut juga harus

diet gula.

4. Untuk buah2-an saya kurang mengerti tapi sebagian berhubungan dengan tingginya kandungan gulanya ( melon , karena sangat manis), dan ada juga buah yang dihindari karena mengandung phenol yang tinggi (apple, anggur).

Memang lebih baik Ibu membaca buku (anak2 dengan otak yang lapar) dan membaca

tulisan2 rekan2 milis yang lalu2, ada di website puterakembara. Lebih lengkap. Dengan mengerti tentang diet ini, maka Ibu lebih bisa mengambil keputusan apakah kira2 kondisi anak ibu membutuhkan diet GFCF atau tidak. Soalnya kalau kita tutup mata , udah diet aja biar aman, kasihan anaknya, ya gak?

Semoga membantu walau secuil

Regards

Dav

----- Original Message -----

From: RN

To: "peduli-autis Puterakembara"

Sent: Monday, January 08, 2007 5:59 PM

Subject: Re: [Puterakembara] Diet untuk anak autis

Mbak Reg,

Pengalaman saya, CFGF tidak berpengaruh langsung pada perubahan gejala autisnya. Adit (ADHD, 8 tahun) saya ikutkan diet CFGF dan rotasi makanan bukan karena ADHD nya tetapi karena dia sering sekali sesak napas dan muntah-muntah karena terlalu banyak lendir di saluran pernafasannya. Sebelum melakukan diet, hampir tiap bulan dia ke rumah sakit untuk disedot lendirnya yang diikuti dengan fisioterapi inhalasi untuk menghilangkan sisa lendirnya. Sampai-sampai dia membawa-bawa obat semprot asma, karena hawa dingin dan lembab menyebabkan pengeluaran lendir yang luar biasa. Pada saat itu saya sempat putus asa dan mencari pengobatan non-medis seperti akupuntur dan ramuan jamu-jamu tradisional buatan neneknya tapi tidak terlalu berhasil. Sekarang sejak mencoba diet CFGF, lendirnya menghilang, dia sudah bisa berenang pagi-pagi atau sore hari tanpa gangguan.

Selama empat bulan menjalani diet ini, saya perhatikan gejala ADHD nya relatif masih sama, tetapi karena gangguan kesehatannya sudah hilang, dia sudah lebih riang dan percaya diri. Jadi kesimpulan sementara saya (tolong dibetulkan kalau salah), diet ini membantu pemulihan kesehatannya, tetapi tidak berpengaruh langsung pada peningkatan pemusatan perhatian dan penurunan hiperaktivitasnya. Loncat-loncat, lari-lari, manjat-manjat pagar, pohon, kursi, dan apa saja yang bisa dipanjat sih masih tetap seru, mengoceh dan lompat-lompat topik pun masih tetap sama, makin susah dipotong malah (saya kira karena dia sudah bebas bernafas jadi lebih pede ngomongnya, tidak takut keselek lagi, ha ha ha). Tetapi memang berat badannya tidak mudah naik dan dibandingkan dengan kakak perempuannya yang tinggi besar, dia terhitung tinggi langsing (bukan kurus, karena "body mass" nya masih dalam kisaran normal).

Untuk Adit, terapi di pusat terapi dan di rumah tetap menjadi focus utama pengobatan ADHD nya. Akan tetapi tidak ada salahnya diet makanan dicoba untuk Andio, karena reaksi tiap anak berbeda-beda, ada yang sudah bertahun-tahun diet tapi tidak ada kemajuannya, ada yang baru beberapa bulan sudah banyak kemajuannya. Pada kasus Adit, diet bisa memperbaiki kondisi kesehatannya. Hiperaktivitasnya saya coba kendalikan dengan membuat dia menjadi capek, jadi saya dorong dia untuk tiap sore

bersepeda keliling kompleks, atau main bola, atau main basket, jadi energinya sudah cukup banyak berkurang dan malam harinya dia bisa tidur lebih awal, kalau tidak dia akan terus mengoceh dan beraktivitas sampai jam 2 pagi!

Mengenai makanan, memang susah karena sebagian besar bahan makanan mengandung susu sapi dan tepung terigu. Saya biasanya bawakan jajanan pasar buatan sendiri atau beli di toko kue sekitar rumah (seperti lemper, pisang goreng tepung beras, dll). Roti saya sudah tidak pernah beli lagi, kalau perlu untuk kue ulang tahun atau cake lebaran, saya memesan dari toko cake yang membuat cake khusus untuk anak autis. Susu sapi saya ganti dengan pediasure, jadi kebutuhan proteinnya masih tetap terjaga. Kalsium dari buah-buahan terutama pisang dan alpukat. Memang kita jadi agak rewel dalam memilih makanan, tapi sebaiknya memang semua makanan kalau bisa dibuat sendiri, termasuk sosis dan chicken nugget, tidak memakai MSG dan sama sekali tidak makan makanan kalengan. Gula saya kurangi karena memang menurut ilmu kesehatan, dalam jangka panjang terlalu banyak gula juga tidak baik, jadi bukan semata-mata untuk mengurangi hiperaktivitasnya. Agak repot memang tapi yang penting kesehatan Adit tetap terjaga baik.

Semoga membantu, maaf ini agak panjang, saya suka lupa kalau menulis e-mail, maklum, kata anak saya, saya cerewet sih.

Ran (mama Adit)

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Diet untuk anak autis

Bu Ran,

kalau begitu sebetulnya yang harus dijalankan adalah diet allergy, bukan GFCF. Buktinya minum pediasure nggak apa2. (setahu saya pediasure juga mengandung susu sapi kan? mohon koreksi apabila saya salah).

Dan perbaikan yang didapat oleh Adit adalah perbaikan di bidang kesehatannya kan? bukan di ADHD nya kan? kalau dilihat dari ini, sudah jelas kalau allergy lah yang selama ini mengganggu kesehatan Adit.

Ada baiknya coba diperkenalkan kembali satu2 makanan yang selama ini nggak dikasih, dan lihat reaksi nya, sayang kan, kalau ternyata Adit boleh makan roti atau bolu.

Ada yang namanya diet eliminasi yah (waduh nggak yakin sih untuk namanya

heheheh), jadi caranya dicoba makanan yang dianggap bisa membuat Adit bermasalah, dan tunggu reaksinya dalam waktu 3 hari. Apabila dalam 3 hari Adit sehat2 aja, artinya makanan tersebut boleh dimakan. Nah terus deh ditambah satu lagi, lihat reaksinya 3 hari, terus begitu. Dengan demikian kita jadi bisa tau apa sebetulnya yang membuat Adit sakit, apa yang menjadi allergen (pemicu alergy) untuk Adit.

Regards

Dav

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Diet untuk anak autis

Bu Ran,

makasih banyak sharingnya

Tapi yg paling saya suka bagian akhir dari sharing ini. Setelah ikutan milis ini ciri yg paling mendasar untuk ortu autis (bukan anaknya) adalah suka lupa kalau tulisannya di milis udah panjang buanget. Mau nanya kek, mau sharing kek atau mau kasih info kek...

Thanks banget ya.

----- Original Message -----

From: RN

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Diet untuk anak autis

He he he, ya begitulah, suka lupa daratan kalo udah didepan computer.

Pak Dav, saya memang sudah merencanakan untuk mulai eliminasi makanan sesudah evaluasi terapi dan brain mapping Adit minggu depan ini. Terima kasih atas sarannya ya, memang kasihan sih dia sudah kepingin makan pizza.

salam

Ran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar